flatnews

Temu Karya Sastra Islam Melayu Di Padang

Dilaksanakan dari tanggal 8-11 nov 2013 dihotel Hayam Wuruk Padang yang dihadiri sekitar 100 orang peserta dari berbagai daerah di indonesi...

Dilaksanakan dari tanggal 8-11 nov 2013 dihotel Hayam Wuruk Padang yang dihadiri sekitar 100 orang peserta dari berbagai daerah di indonesia dan perwakilan dari negara Melayu yakni Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, Philipina. Sedangkan yang datang dari perwakilan Indonesian adalah IAIN Imam Bonjol Padang, ISI Padang Panjang, UNP Padang, Unand Padang, Universitas Bung Hatta Padang,dan  Universitas Khairun Ternate. Acara yang resmi dibuka oleh Gubernur Sumatra Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc bertujuan mengenalkan kembali sastra melayu yang telah lama hilang dan juga mengarsipkan kembali karya sastra melayu yang belum tersusun rapi.

"Kita mengundang 6 Negara Melayu, Malaysia, Brunei, Thailand, Philipina, Singapura tetapi Sangat disayang pada kesempatan ini perwakilan dari negara tidak bisa hadir karena ada halangan", terang Yulizal Yunus, Ketua Panitia ".

Acara ini disambut baik oleh peserta karena mempunyai makna khusus bagi Sastrwan, dengan diadakan acara ini tentu dapat menambah pengalaman baru bagi Sastrawan."Saya sangat senang dan bangga dapat pengalaman dan menimba ilmu-ilmu baru, dengan adanya acara ini dapat menambah ilmu dalam bidang sastra ditambah lagi pemateri dari luar negeri. Diharapkan kedepannya orang-orang lebih melirik Sastra yang dapat membentuk kepribadian tapi orang-orang memandang sebelah mata" terang Asrami Adita, Perwakilan Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang saat ditemui.

Peserta dari Ternate juga mengapresiasikan rasa senang bisa mengikuti acara ini, "Saya sangat senang bisa hadir dalam acara  karena dapat mengangkat harkat dan martabat orang-orang islam dikawasan Melayu, acara ini harus diapresiasi oleh berbagai kalangan karena ini merupakan bagian rencana positif yang ada dikawasan Melayu untuk membangkitkan dunia Sastra karena dikawasan Melayu menurut sejarah kita mempunyai banyak pemikir yang luar biasa. Harapannya acara ini tidak saja dilaksanakan 3 hari ini saja tetapi juga dilaksanakan hari-hari berikutnya, tutur Yunardi Syukur, S.Sos, M.Si, Dosen Universitas Khairun Ternate.

acara ini juga menjadi titik terang terhadap terjadinya konflik Melayu antara kleam budaya Melayu oleh Negara Indonesia dan Malaysia yang memanas. Riau, Sumbar dan Jambi mengatakan mereka adalah Melayu sedangkan Malaysia juga mengatakan yang sama. Tetapi sangat disayangkan utusan dari Negara Jiran tidak bisa hadir.

Acara akan ditutup pada hari Minggu 10/11 di Perpustakaan Hamka Bukittinggi, yang dipandu Pleh Drs.Firdaus, M.Ag dan ditambahkan oleh Hanif selaku pengantar dari Perpustakaan Hamka.

Wartawan : ROKI HARDIANTO

Artikel Terkait :

Luar Kampus 5409755206056021309

Posting Komentar Disqus Comments

item