flatnews

Hak Mahasiswa Dirampas Melalui Kuliah Pengganti

Adanya peraturan rektor tentang jadwal perkuliahan dipercepat, begitu juga jadwal ujian membuat mahasiswa kelimpungan. Karena jadwal yang p...

Adanya peraturan rektor tentang jadwal perkuliahan dipercepat, begitu juga jadwal ujian membuat mahasiswa kelimpungan. Karena jadwal yang padat juga ditambah banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan. Tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh tentang hal ini, karena kebijakan rektor secara mendadak. Jadwal kuliah yang seharusnya berakhir 13 januari 2014 dipercepat hingga 28 desember 2013.

Kekurangan kehadiran pertemuan kuliah, berimbas dengan dibukanya sesi kuliah pengganti. Hari libur menjadi sangat ramai dikampus UPI layaknya hari biasa perkuliahan. Dengan adanya kuliah pengganti ini banyak mahasiswa berpikiran haknya dirampas. Karena dengan kuliah pengganti perkuliahan tidak efektif dan terkesan terburu serta kejar target. Tak heran sebahagian mata kuliah yang diganti hanya formalitas, yakni sebatas ambil absen. Padahal perkuliahan adalah hak bagi mahasiswa, karena kewajiban telah ditunaikan. Namun pihak akademik berlindung dibalik ini semua tanpa memikirkan adanya kezaliman yang telah diperbuat terhadap mahasiswa.

Salah satu dosen mengungkapkan "Kulliah pengganti ini hanya formalitas dan sangat tidak efektif karena mengambil jadwal libur mahasiswa hingga membuat mahasiswa tidak konsen. Kekurangan ruangan juga menjadi kendala dalam kuliah pengganti. ini adalh salah satu faktor yang membuat perkuliahan ini. Saya sebagai dosen LB tidak mengetahui info ini awalnya." Hal senada juga diungkapkan oleh dosen jurusan FKIP, yang mangatakan "Saya tidak pernah dapat informasi adanya percepatan jadwal perkuliahan hingga saya kelabakan membagi waktu untuk jadwal pengganti, apalagi lokal susah di UPI ini".

Rasa tidak setuju dengan kuliah pengganti juga diungkapkan oleh Fitri, mahasiswa jurusan FKIP "Saya tidak setuju dengan kuliah pengganti apalagi jadwalnya secara mendadak dan sangat merepotkan. Apalagi ditambah tugas kuliah yang menumpuk". Hal berbeda diungkapkan oleh salah satu mahasiswa jurusan Sistem Komputer, dia mengatakan bahwa tidak dirugikan dengan adanya kuliah pengganti.

Mahasiswa yang mengambil skripsi salah satu korban dari kebijakan ini, banyak yang mengeluhkan bahwasanya keinginan untuk wisuda bulan april bisa gagal karena skripsi belum kelar dan waktu pengumpulan dipercepat. Disekre dan ruang konsultasi terlihat antrian panjang mahasiswa yang akan bimbingan. Pemandangan ini tak ubahnya seperti orang antri BBM di SPBU, pada hal mereka bayar mahal pembimbingan, apakah pantas balasan dari pembimbing dengan mereka harus antri. Akademik kemana? apakah kezaliman ini kan terus berlanjut, yuk kita tanya kepada yang mengaku mahasiswa.

Wartawan : Roki

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 916517209964338512

Posting Komentar Disqus Comments

item