flatnews

Tokoh Agama Sumbar : Perayaan Tahun Baru Hancurkan Nasionalisme

Tahun baru 2014 yang tinggal menghitung jam ini, disambut oleh masyarakat dengan berbagai kegiatan nan meriah. Dari kalangan remaja sampai o...

Tahun baru 2014 yang tinggal menghitung jam ini, disambut oleh masyarakat dengan berbagai kegiatan nan meriah. Dari kalangan remaja sampai orang dewasa berduyun-duyun untuk memyambut tahun baru. Semua tempat wisata penuh sesak dan ramai dikunjungi oleh wisatwan dadakan dan pedagang musiman. Pada hal ada hal yang penting selain perayaan tahun baru yang meriah diluar sana yang jelas - jelas bukan ajaran dari agama kita, Islam.

Menurut Tokoh Ulama Sumbar, Buya Mas'oed Abidin, "Menyambut tahun baru dengan perayaan meriah dapat merusak nilai nasionalisme yang ada pada diri kita masing - masing. Memang tak ada larangan merayakan tahun baru dan Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah mengajarkan itu. Saya pribadi sangat miris dengan keadaan ini, anak muda dengan bebasnya bergaul begitu juga orang tua, tak terbesit sedikitpun untuk melarangnya", terangnya saat ditemui oleh wartawan padangtoday.com(media partner pers gelagar) di Siteba, Selasa (31/12).

Masyarakat banyak menghabiskan waktunya di mall dan tempat makan cepat saji dari pada dilingkungan masyarakat. Hal itu adalah salah satu tingkah yang bisa melunturkan nilai nasionalisme. Dengan nilai - nilai kapitalis yang telah diterapkan memalui perayaan tahun baru bahkan setiap sendi kehidupan kita telah dirasuki dengan nilai-nilai tersebut. Masyarakt tidak pernah memeriahkan hari proklamasi kemerdekaan indonesia dan hari - hari besar negara kita.

Pemuda, yang akan menjadi tonggak tumpuan negara ini telah dihipnotis oleh nilai kapitalis yang diterapkan oleh orang luar sana. Dalam syariat tidak ada tuntunan dalam menyambut tahun baru. "Lebih baik kita intropeksi diri (muhasabah-red) pada malam pergantian tahun baru. Karena dalam tuntunan syariat dijelaskan bahwasannya orang yang harinya sama di hari sekarang dengan hari kemarin adalah merugi, orang lebih buruk hari sekarang dari hari kemaren maka terkutuklah, sedangkan bagi orang yang hari sekarang lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah dia", tambah buya Mas'oed Abidin.

Yang lebih mirisnya lagi caleg juga ikut dalam merayakan tahun baru ini, dengan memampangkan gambarnya dipinggir jalan melalui spanduk - spanduk. Kesalahan arahan juga diberikan oleh guru -g uru terhadap muridnya , pemerintah terhadap warganya dan pebisnis - pebisnis yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpan memikirkan anak-anaknya yang akan rusak. 

"Hidup itu pilihan, dalam kehidupan ini dilandasi dengan dua aspek yakni keyakinan dan lokalintens. Apabila keyakinan sudah rusak, maka kebenaran itu akan sulit diterima, karena jiwa itu akan seperti belangga yang hanya menampung saja," tutup Buya.


Wartawan : Roki

Artikel Terkait :

Luar Kampus 4575818145697297873

Posting Komentar Disqus Comments

item