flatnews

Kampus Tidak Menginginkan Mahasiswa Berprestasi

Berprestasi diluar kampus adalah sesuatu yang membanggakan dan dapat mengangkat nama sendiri dan juga nama keluarga dan kampus dimana men...

Berprestasi diluar kampus adalah sesuatu yang membanggakan dan dapat mengangkat nama sendiri dan juga nama keluarga dan kampus dimana menimba ilmu. Tetapi kejadian hal ini bertolak belakang dengan hal tersebut, adalah mahasiswa UPI YPTK jurursan Sistem Informasi angkatan 2012 yang telah mengukirkan namanya di kancah PorProv (Pekan Olahraga Provinsi) yang telah diadakan di Kabupaten Dharmasraya. 
Dia berhasil membawa gelar juara pada cabang Silat dengan menyabet gelar menang kelas A dalam 6 pertandingan. Pada awal keberangkatannya Dwi, begitulah nama panggilan sehari-harinya dikampus akan membawa nama baik UPI YPTK Padang. Tetapi karena alasan yang tidak diketahui dari mahasiswa yang juga terdaftar pada UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Adrenalin, pihak kampus tidak mengizinkan berangkat. Usut punya usut, pembina adrenalin yang juga salah satu dosen memberikan alasan bahwa Dwi cidera jadi tidak bisa berangkat. Karena tekad yang sudah bulat dengan telah mengantongi keahlian dengan latihan sebelum berangkat, akhirnya Dwi dipinang oleh UNP untuk berangkat untuk mewakilinya. Padahal Dwi hanya ingin minta izin supaya absensinya selama mengikuti PorProv tidak mengganggu perkuliahannya.
Setelah dicanangkan sebegai pemenang pada PorProv di Dharmasraya, nasib baik kembali menghampiri Dwi. Dia didaftarkan sebagai salah satu atlet yang akan mewakili provinsi sumbar untuk kancah nasional pada Kejurnas yang diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Tetapi kemaren Dwi tampak murung kemaren, setelah team Pers Gelegar menghampiri dan bercerita-cerita mengenai masalah yang dihadapi sekarang.
Dwi sempat bercerita, bahwasanya wakil PD3 pernah mengatakan bahwasanya mahasiswa UPI YPTK Padang yang berprestasi diluar akademik akan diberi beasiswa. Tetapi hal tersebut hanyalah iming-iming belaka setelah dwi menyodorkan sertifikat prestasinya kepada akademik. Malahan sampai sekarang sertifikat saya tidak dikembalikan, ungkap Dwi kepada Pers Gelegar. Dia mengaku sangat memerlukan dana tersebut untuk keperluan kuliah dan kesehariannya.

Apakah pantas akademik bersikap seperti ini kepada mahasiswa yang telah mengharumkan namanya diluar sana? Lalu salahkan langkah yang diambil dwi? (RK)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 1982308725865187907

Posting Komentar Disqus Comments

item