flatnews

Perempuan Berorganisasi, Why Not ?

Selalu terjadi perdebatan soal apakah perempuan boleh berorganisasi atau tidak. Realita yang terjadi hari ini, banyak perempuan yang enggan...

Selalu terjadi perdebatan soal apakah perempuan boleh berorganisasi atau tidak. Realita yang terjadi hari ini, banyak perempuan yang enggan untuk berorganisasi. Di kampus UPI “YPTK” sendiri, masih banyak mahasiswa perempuan berfikiran bahwa organisasi adalah kegiatan yang membuang – buang waktu. Karenanya, banyak dari mereka yang menghabiskan waktu hanya di kelas, nongkrong, ataupun melakukan aktivitas rumah yang lainnya.

Melihat kondisi ini, Deni Safitri (22), Bupati HMJ SI periode 2013 -2014 berpandangan bahwa sebenarnya berorganisasi itu menyenangkan. “Di organisasi kita belajar banyak hal, mulai dari mengeluarkan pendapat, memahami karakter manusia, mampu bekerja secara tim/ kolektif, dan pastinya menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kita,” jelasnya saat ditemui pers Gelegar (3/4).

Dara manis Solok kelahiran 4 Desember 1992 ini mengaku mulai cinta berorganisasi sejak menjadi anggota OSIS di SMP 29 Padang. Setelahnya, ia menjadi anggota di OSIS SMKN 2 Padang dan Kepala Bagian Humas HMJ SI REMA UPI YPTK periode 2012 – 2013. Sekarang, selain menjadi Bupati HMJ SI, ia juga aktif di UKM Pers Gelegar dan di Front Mahasiswa Nasional (FMN) sebagai staf Departemen Pelayanan Rakyat.

Menurutnya, organisasi merupakan kebutuhan seperti kita makan. Hidup tanpa organisasi seperti ruangan gelap tanpa lampu. Ia mengajak seluruh mahasiswa perempuan di UPI YPTK untuk ikut berorganisasi. “ Jangan takut berorganisasi. Karena di organisasi kita bisa belajar dan berproses sehingga kita bisa banyak mengenal apa yang ada di sekeliling, bukan hanya diri kita. Mari keluar dari tempurung dan lihatlah, bahwa kau banyak melakukan banyak hal,” imbuhnya.(Lk)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 119087463768242583

Posting Komentar Disqus Comments

item