flatnews

Siapa yang patut disalahkan? Mahasiswa atau Kampus

Bicara kebebasan, sepertinya hal itu merupakan hal yang paling diimpikan bagi komponen bangsa ini. Kebebasan yang mutlak tidak bisa digangg...

Bicara kebebasan, sepertinya hal itu merupakan hal yang paling diimpikan bagi komponen bangsa ini. Kebebasan yang mutlak tidak bisa diganggu gugat bagi siapapun. Tetapi mengapa kebebasan yang telah di proklamirkan oleh pemimpin bangsa ini masih saja ada tindakan yang melanggar kesepakan yang telah diproklamirkan. Apakah mereka tidak ingat dengan arti kemerdekaan yang sesungguhnya?

Begitulah yang terjadi pada kampus kami nan megah yang terkenal diseluruh penjuru negeri ini. Semua kegiatan mahasiswa dikampus dibatasi. Seperti hari ini saja, kami UKM Pers Gelegar yang akan mengadakan Mubes (Musyawarah Besar) diintrogasi oleh satpam karena mengadakan kegiatan di hari libur (1 mei 2014).

Kenapa? Pertanyaan ini seakan-akan belum ada jawaban. Presma sebagai pimpinan tertinggi dikampus ini pun tidak nampak pergerakan untuk menjawab pertanyaan yang telah ditunggu-tunggu banyak mahasiswa untuk dijawab. Apakah salah mahasiswa melaksanakan kegiatan kemahasiswaan dihari libur. Coba fikirkan lagi, dihari kuliah tidak semua kegiatan bisa dilaksanakan semua, disamping sebagai mahasiswa harus menyelesaikan studinya juga banyak urusan lain yang harus diselesaikan. Jadi tidak heran kalau mahasiswa memanfaatkan hari libur sebagai hari untuk kegiatan ekstrakulikulernya.

Bahkan securiti kampus dengan seenaknya berkata "kegiatan apa sekarang dek? Adek tidak bisa seenaknya melaksanakan kegiatan tanpa izin. Kami akan dimarahi nanti begitu juga adek." Yang jadi pertanyaan disini siapa yang akan memarahi securiti dan kami?

Merunut kembali sistem pendidikan di UPI, pasti nantinya akan tercap kami sebagai pembuka aib. Tapi mau bagaimana lagi begitu adanya. Yang menjadi pertanyaan mendasar kenapa setiap tahun skripsi mahasiswa terkesan tidak becus. Haruskah mahasiswa yang telah membayar jutaan dikampus ini antri untuk mendapatkan bimbingan skripsi sebagai syarat S1. Tetapi kenapa mahasiswa terkesan menurut, apakah mahasiswa upi tidak mempunyai perasaan tertekan, apakah tidak iri melihat kebebasan yang semestinya harus didapatkan sebagaimana mahasiswa dikampus lain diluar sana?

Yang menjadi teka-teki, kenapa tidak ada media sebagai perpanjangan tangan akademik untuk menyampaikan informasi yang harus diketahui mahasiswa dengan cepat. Seperti halnya masalah akademik jurusan Sistem Informasi yang telah dilakukan verifikasi oleh assesor kemaren, seharusnya sudah ada pernyataan resmi dari akademik mengenai hal ini, mahasiswa seakan-akan diacuhkan. Coba kalau seandainya mahasiswa tidak ada kuliah disini, apakah tetap upi ini seperti ini? Mari kita tanya kepada diri kita masing-masing. (Rk)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 5955626032118696006

Posting Komentar Disqus Comments

item