flatnews

Kampanye Hitam berpotensi Hambat Berinternet Sehat Di Sosial Media

Tahun ini adalah dimana bangsa indonesia dalam fase mewujudkan sebuah demokrasi , arus masyarakat akan di sibukkan dengan memilih dan di ...

Tahun ini adalah dimana bangsa indonesia dalam fase mewujudkan sebuah demokrasi , arus masyarakat akan di sibukkan dengan memilih dan di pilih , ini lah proses demokrasi negri yang identik dengan banyak pulau ini .Menjalankan demokrasi yang di implementasikan dalam bentuk pemilu (pemilihan umum ) baik itu pemilihan di sektor eksekutif maupun legislatif .

Dalam proses pemilu ini tak bisa lepas dari yang nama nya kampanye , proses kampanye yaitu tindakan suatu individu atau organisasi mempublikasikan potensi potensi yang ada agar potensi tersebut dapat di implementasikan dalam proses kerja setelah melalui dukungan publik .

Pada awalnya kampanye hanya di lakukan melewati proses secara gerak tubuh , dan tulisan tulisan yang bersifat cetak atau di atas kertas atau yang lebih di kenal dengan media mainstream , tindakan orasi , pidato , dan rangkaian tulisan tulisan yang membuat watak publik agar menerima informasi potensi individu atau organisasi tersebut .

Seiring berkembangnya zaman media maka proses kampanye juga ikut berubah , baik dari segi isi , gambar , suara maupun tulisan , yang awalnya hanya sebatas di media cetak sampai sekarang ini individu atau organisasi menggunakan media digital melaui proses sebuah media sosial dalam internet .

Dalam hal ini di media sosial (internet) sangat berpotensi terjadinya kampanye hitam karena sifatnya yang sangat berbeda dengan media mainsteam , media sosial informasi lebih luas dan sumber data sering kali sulit di lacak dari mana data tersebut berasal .

Kampanye hitam merupakan sebuah opini yang tidak jelas sumbernya yang di distribusikan oleh kelompok kelompok seperti siluman dalam proses menyebar isu bohong dan sangat mudah di salurkan sering kali di media sosial (internet ) yang kelihatan besar dampak negatif terhadap pikiran publik dengan secara gampang membangun sebuah informasi bohong , dengan akses akun palsu yang tidak bertanggung jawab .

Dalam sepuluh tahun terakhir konvergensi anatara komunikasi dalam konteks kampanye dengan media mainstream dengan media sosial (internet) telah terjadi sangat luar biasa , proses komunikasi kampanye di media sosial (internet) ini merupakan proses yang paling hangat pembahasan tentang sebuah informasi informasi yang di distribusikan kedalam nya .
Di media sosial (internet) membentuk sebuah komunikasi kampanye individu atau organisasi baik dari segi bentuk tulisan cetak ke dalam bentuk digital , dalam konteks perbedaannya media cetak atau media mainstream adalah turunan dari first media age yang identik dengan komunikasi satu arah dan cendrung pada kontrol sebuah institusi sedangkan media sosial (internet) adalah turunan dari second media age yang identik dengan komunikasi 2 arah dan tidak mendapatkan kontrol yang penuh dari sebuah institusi maka dalam hal inilah yang rentan terhadap informasi yang menyesatkan di media sosial (internet )Efek kampanye hitam di sosial media ini sangat berpengaruh terhadap lalu lintas user di media sosial (internet) bahkan perang postingan yang mengakibatkan cek cok di dunia maya , sehingga terjadi perpecahan pola pikir sehat di dunia maya atau cyber space.

Media sosial ini merupakan alat yang sangat efektif dalam mendistribusikan informasi kepada publik jika di gunakan secara tepat guna maka media sosial ini yang mengedukasi terhadap publik namun ketika di gunakan untuk postingan yang bersal dari akun yang tidak jelas atau sember tidak jelas dalam wujud kampanye hitam maka ini sangat merusak citra demokrasi .

Fenomena kampanye hitam ini juga mencoreng wajah sistem informasi di mana hal ini sangat bertentangan dengan landasan informasi untuk publik yang seharusnya media sosial pendistribusi informasi yang tepat , akurat , dapat diklarifikasi , berguan dan dapat di pertanggung jawabkan .

Dan ini juga efek akun akun palsu yang sengaja membangun opini opini buruk dalam proses kampanye hitam di sosial media, fenomena ini juga bertentangan dengan nilai demokrasi serta serta hilangnya gagasan berinternet sehat di kalangan masyarakat .

Dalam prakteknya kampanye hitam di sosial media (internet) juga ada hal yang menjustifikasi pasangan calon dalam suatau postingan oleh akun serta didistribusiakan (posting) maka dengan secara cepat informasi tidak sehat ini di konsumsi oleh publik dan di teruskan (share) sehingga tercipta sebuah profokasi yang berujung pada perpecahan di dunia nyata .

Maka saat sekarang ini masyarakat harus cerdas dalam menyikapi isu isu tidak jelas pada praktek kampanye hitam di sosial media (internet) agar cara cara yang benar berfikir untuk berinternet sehat dalam politik untuk tercitanya demokrasi indonesia yang sehat dan matang . (PG 7)

Artikel Terkait :

Editorial 6612837134181132503

Posting Komentar Disqus Comments

item