flatnews

Negri Ku Negeri Seribu Hujat

Mhd Ichsan - Sistem Informasi - Fakultas Ilmu Komputer kita bersama sama sudah sama tau tentang pemilu yang di adakan tgl 9 juli mend...

Mhd Ichsan - Sistem Informasi - Fakultas Ilmu Komputer

kita bersama sama sudah sama tau tentang pemilu yang di adakan tgl 9 juli mendatang ,merupakan dimna kita menentukan pemimpin kita 5 tahun kedepannya , negri ini seperti apa di tentukan dari apa yang kita lakukan di bilik suara nanti ,sebelum pemimnpin kita di pilih nanti telah lama calon calon terbaik yang lahir dari rahim bangsa ini melakukan proses adaptasi dengan opini rakyat baik itu di dunia nyata bahkan dunia virtual (maya) , nah di sini lah proses komunikasi dari calon pemimpin dengan rakyat berinteraksi , di dalam proses tersebut segala penilaian maupun pandangan secara subjektif serta objektif di lakukan , namun di sini jugalah terjadi sebuah perang yang tak tahu medan kalau menurut saya , memang secara pandangan perang adalah bagaimana kita aktif dalam menghancurkan lawan , namun jika di tinjau dari proses adaptasi td perang yang di maksud bukanlah bagaimna kita membabat habis habisan lawan , kenapa ada dan terjadi hal buruk perang tanpa medan ini saya melihat bagaimana para masyarakat yang mendukung pasangan capres cawapres saling hujat calon pemimpi mereka , dengan membangun sebuah opini publik dan megarahkan sasaran yang menjatuhkan satu pasang calon ,apakah ini yang di namakan demokrasi sehat ? ,yang seharusnya yang diskusikan itu Visi dan misi bukan hujat menghujat dan mencemooh .

pendidikan tidak mengajarkan kita untuk hujat menghujat apa lagi mencemooh calon pemimpin kita ini terjadi juga di lakukan kaum yang katanya intelektual (mahasiswa) namun apa kaum tersebut telah krisis untuk berfikir itu lah sebabnya tejadi hujan hujatan dan seribu cemooh bodoh oleh kaum intelektual tersebut , apa yang sebenarnya yang kita harapkan ? Apa yang sebenarnyakita cari ? Semua sudah ada dalam visi dan misi calon pemimpin kita ," namun cemooh tak berkualitas dan hujatan bak hujan turun terus lahir dari mulut maupun tangan yang membuat huruf , adayang mencemooh nama , menjelekkan gambar bahkan , membuat opini palsu atau berita palsu bahkan aib ,,,ini sudah tidak lagi bisa di fikirkan oleh demokrasi yang katanya secara sehat ,,, maka dari pada itu mulai dari kita sendiri berfikirlah cerdas ,,, berfikirlah seperti orang berpendidikan agar tidak terjadi lagi sejuta hujat di negri ini serta mewujukan demokrasi sehat sesuai dengan cita cita kita bersama ,,,

Artikel Terkait :

Opini 1973453675226680013

Posting Komentar Disqus Comments

item