flatnews

Miris, Pending Sidang Umum REMA UPI YPTK Terpaksa digelar di Parkiran Motor

Pending Sidang Umum di Parkiran UPI  CC Gelegar, 20/12. Menjelang magrib, puluhan mahasiswa UPI “YPTK” berkumpul di parkiran UPI C...



Pending Sidang Umum di Parkiran UPI
 CC

Gelegar, 20/12. Menjelang magrib, puluhan mahasiswa UPI “YPTK” berkumpul di parkiran UPI Convensional Center. Mereka berkumpul pada satu titik lampu parkiran yang juga diterangi “neon box” UPI Convensional Center dan UPI Sport Center pada sisi kiri untuk sedikit memecah hari yang semakin gelap. Hal itu dikarenakan, tiadanya tempat lagi untuk melanjutkan kegiatan Sidang Umum.

Pada pukul 18.00 terjadi pemadaman lampu di kawasan lubuk begalung. Hal itu menyebabkan, aktivitas sidang umum yang dilaksanakan di Gedung Andalusia lantai 3 terhenti. Para peserta Sidang Umum, panitia , DPMU maupun presiden serta wakil presiden yang terpilih akhirnya berkumpul di luar guna membicarakan kelanjutan Sidang Umum. Namun, pada pukul 18.30, mereka diusir oleh satpam kampus karena jam beraktivitas di dalam kampus sudah berakhir.

Welly, Ketua Pimpinan Sidang Umum menyampaikan keluhannya, “ Jujur, saya miris dengan kondisi hari ini. Kita berniat akan melanjutkan sidang umum, namun sudah diusir oleh satpam. Padahal kita berniat melanjutkannya di gedung UPI CC atau UPI Sport Center di mana di sana lampunya hidup dan akan meminta izin ke akademik. Mau tak mau, kita akhirnya melakukan pending sidang di parkiran UPI CC.”

Menurutnya, kondisi ini berbeda dari tahun lalu. Di mana mahasiswa diizinkan untuk menyelesaikan sidang umum hampir jam 12 malam. Berdasarkan kesepakatan peserta Sidang Umum, Sidang dilanjutkan besok ( 21/12) pukul 8.00 pagi di Student Center Lantai 2 tepatnya di kantor BEMU. Jika tahun lalu mahasiswa masih bisa menggunakan ruang sidang, tahun ini tidak bisa lagi karena ruang sidang secara sepihak telah disekat – sekat oleh pihak kampus pada awal tahun 2014. Welly berharap, para peserta sidang bisa datang tepat waktu dan sidang umum ke depan tidak lagi terjadi kendala yang seperti ini. Sudah seharusnya kampus menghormati kegiatan akbar ini dan memfasilitasi dengan penuh. 

Kita ketahui bersama, Sidang Umum merupakan ruang demokrasi tertinggi bagi mahasiswa di tingkat kampus. Di mana sehabis pemilihan presiden dan wakil presiden, Sidang Umum adalah ruang untuk membahas dan menilai kinerja REMA selama satu tahun periode. Selain itu, Sidang Umum yang dilaksanakan 1 tahun sekali juga melahirkan rekomendasi untuk kepemimpinan BEMU dan DPMU periode ke depannya. Kegiatan ini begitu sakral, karena menjadi tonggak bagi REMA untuk melanjutkan perjuangannya memperjuangkan hak – hak mahasiswa yang kita ketahui sering diabaikan oleh kampus.

Senada dengan itu, Aris yang merupakan presiden terpilih pada Pemira ke X menyebutkan, bahwa ke depan ia akan mengkomunikasikan dengan pihak rektorat. Harapannya, antara lembaga dan rektorat bisa saling menghargai sehingga ke depan pihak Rektorat bisa memfasilitasi kegiatan Sidang Umum dan tidak membiarkannya terbengkalai lagi. 

Namun ditengah kekecewaannya atas kondisi hari ini, ia tetap mengapresiasikan kerja panitia yang berusaha keras untuk menyukseskan Sidang Umum. “ Mudah – mudah kelanjutan Sidang Umum besok dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan serta rekomendasi untuk kemajuan Republik Mahasiswa ke depannya,” harapnya.

( PG-4)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 3994797994850372556

Posting Komentar Disqus Comments

item