flatnews

ASPEM Hadapi Problematika Lembaga Pers Mahasiswa

ASPEM Hadapi Problematika Lembaga Pers Mahasiswa
Pemberian Materi (Workshop), Sabtu (3/1).- PG 2

 
Gelegar – Mengahadapi permasalahan yang terjadi pada setiap lembaga pers mahasiswa. Asosiasi Pers Mahasiswa (ASPEM) Sumatra Barat gelar Workshop tentang “Kurikulum dan Manajemen Pers Mahasiswa” dengan undangan seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumatra Barat di Auditorium M Yunus IAIN IB Padang, Sabtu (03/01). Dengan tujuan meningkatkan pergerakkan jurnalis muda pada setiap LPM yang nantinya mampu memiliki tingkat kualitas yang tak kalah hebat dari wartawan profesional pada umumnya.

“Pers Mahasiswa harus mampu memiliki peran strategi yang baik dan harus mampu mengubah ancaman menjadi peluang dan kelemahan menjadi kekuatan”, ujar Hendra Makmur (Jurnalis Media Indonesia), saat memberikan materi.

Menurutnya, strategi ini sudah banyak dilakukan oleh media di luar sana. Hal ini perlu diketahui, karena dengan mengetahui kelemahan dan ancaman maka lembaga akan lebih solid dalam mengatasi dan mengubah hal itu menjadi sebaliknya.

Tak hanya di situ, workshop ini juga menyinggung tentang permasalahan yang ada disetiap LPM tentang kurikulum yang belum begitu sepenuhnya memenuhi Standar Kompetensi Wartawan (SKW). Maka dari itu ASPEM meminta persetujuan dari setiap LPM tentang kurikulum baru, yang telah dibentuk oleh ASPEM. Namun, hal ini masih belum bisa disepakati dikarenakan perlu ditinjau kembali oleh masing-masing LPM.

Bisa atau tidaknya kurikulum ini digunakan oleh setiap LPM akan menemui titik terang pada tanggal 28 januari mendatang. Juga, akan diadakan penandatanganan MoU oleh pemimpin umum dan pemimpin redaksi setiap LPM. Dan hasil kesepakatan kurikulum ini nantinya akan dikirimkan kepada Dewan Pers dengan harapan akan diterapkan pada seluruh Lembaga Pers Mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Saat ini Dewan Pers sudah mulai memberikan perhatian khusus terhadap pers mahasiswa. Dapat kita lihat dengan diundangnya LPM yang ada di Sumatera Barat dalam sebuah acara yang diadakan Dewan Pers”, pungkas Hendra Makmur.

Hendra juga mengatakan, sesuai Kongres Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) di Bukittinggi beberapa waktu lalu, AJI mengakui jurnalisme warga sebagai jurnalis. Dengan artian termasuk pers mahasiswa didalamnya selama memiliki karya jurnalistik yang sesuai dengan kode etik jurnalistik.  PG-2

Artikel Terkait :

Luar Kampus 5888710962811272385

Posting Komentar Disqus Comments

item