flatnews

Pandangan Kenaikan Harga BBM, BEMU dan WK-Soskem Beda Pendapat



GELEGAR-Menaggapi permasalahan kenaikan harga BBM, BEMU mengajak seluruh kelembagaan untuk berdiskusi untuk permasalahan tersebut.
 
Diskusi di adakan di ruangan BEMU di student center lantai 2 pada hari Selasa 07 April 2015 diskusi tersebut hanya di hadiri beberapa lembaga di antaranya BEMU , UKM WK-Soskem, UKM KSR PMI, dalam diskusi tersebut BEMU UPI “yptk” Padang menolak kenaikan harga BBM , Presiden mahasiswa Aris setia Budi dalam diskusi tersebut mengatakan “ saat sekarang ini pemerintah tidak tepat menaikan harga BBM karna berefek besar terhadap perekonomian masyarakat , dan juga harga minyak kita dalam saat ini sudah terlampau liberal pada saat sekarang ini karna mengikuti harga pasar dunia, dan sudah saat Negara kita me nasionalisasi aset asing, agar rakyat Indonesia lebih makmur dan kita tidak lagi di bawak kendali asing.

Namun UKM WK-Soskem bebeda pendapat soal ini. WK-Soskem mendukung kenaikan, Nurdin Hamzah Hidayat sebagai kepala dep artement riset memaparkan dalam diskusi tersebut “ kami dari WK Soskem lebih mendukung kenaikan harga BBM karna upaya pemerintah untuk menaikan harga BBM sudah barang tentu agar pemerataan subsidi sewajarnya kepada masyarakat kelas bawah, malihat kenaikan BBM saat ini 500 rupiah perliter ini bukan di sebabkan dengan kondisi minyak mentah yang menurun, namun berpatokan pada MOPS yang saat ini mengalami naik turun, sedangkan minyak mentah ICP selama maret 2015 yang mencapai US$ 53,36 per barel turun menjadi 0,06 perbarel dari februari 2015 yang mencapai US$ 54,32 perbarel dan juga kenaikan harga BBM bias mengantisipasi mafia mavia minyak yang selama ini.(Mhd. Ichsan. E –red)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 5907963452505070647

Posting Komentar Disqus Comments

item