flatnews

Pernyataan Sikap Front Mahasiswa Nasional Cabang Padang : Pemblokiran 22 Situs Islam

Pernyataan Sikap
Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Padang :

“ Pemblokiran 22 Situs Islam Oleh Negara Adalah  Bentuk Pelanggaran Ham Dan Membungkam Kebebasan Berbicara Dan Berpendapat Rakyat“

Setelah kenaikan harga BBM, Pemerintahan Jokowi-JK terus melakukan tindakan yang melukai hati rakyat. Jokowi-JK melalui Kemenkoinfo (Kementerian Koordinator Informasi dan Komunikasi) memblokir 22 situs Islam. Tindakan sepihak Kemenkoinfo berdasarkan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yakni No.149/K.BNPT/3/2015 yang disinyalir mengajarkan paham radikal. Berbekal Permenkominfo No.19 tahun 2014 tentang penanganan situs internet bermuatan negatif, lantas Kemenkoinfo langsung memblokir tanpa adanya usaha untuk memanggil pemilik situs guna mengklarifikasi tudingan dari pemerintah.

Kami dari Front Mahasiswa Nasional Cabang Padang menilai bahwa tindakan pemblokiran sepihak ini adalah bibit-bibit kembalinya Orde Baru di tatanan demokrasi Indonesia. Tindakan yang cenderung otoritarian ini adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yakni memenjarakan kebebasan berbicara dan berpendapat rakyat Indonesia  Padahal gerakan reformasi 1998 dulunya berhasil memenangkan kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan secara bebas merdeka, tanpa pembredelan. Pemotongan lidah rakyat dalam menyampaikan aspirasi merupakan ciri-ciri dari rejim Fasis yang anti rakyat.

Tindakan pemerintah inipun bertentangan dengan : pertama, UUD 1945 pasal 28 tentang kebebasan untuk berpendapat, khususnya poin F. Kedua, Deklarasi HAM yakni Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers” (Article 19).

Pemblokiran ini menuai berbagai kecaman dari rakyat Indonesia. Negara melalui pemerintahan Jokowi-JK telah menimbulkan kesan Islamphobia di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam. Memanasnya isu ISIS yang menjadi salah satu alasan BNPT untuk pemblokiran, jangan sampai dijadikan alasan bagi pemerintah untuk membungkam aspirasi rakyat yang disampaikan melalui situs-situs internet. Padahal Islam bukanlah ISIS, Kristen bukanlah ISIS, Buddha bukanlah ISIS, Hindu bukanlah ISIS. Konghucu bukanlah ISIS, dan rakyat Indonesia bukanlah ISIS.

Karena, jika tindakan pemerintah ini terus dibiarkan maka media - media nasionalpun akan dapat kembali dibredel seperti zaman Orde Baru. Bahkan, media pers kampus berikutnya akan menjadi sasarannya pula.


Oleh karena itu, kami dari Front Mahasiswa Cabang Padang mengecam tindakan pemerintah atas pemblokiran 22 situs Islam..!





Padang, 9 April 2015

Hormat Kami,
Front Mahasiswa Nasional Cabang Padang







Angelique Maria Cuaca
Ketua



Artikel Terkait :

Luar Kampus 3762098270990079259

Posting Komentar Disqus Comments

item