flatnews

ILMPI : Perlunya Perhatian terhadap Kasus Bullying yang ada di Sumatera Barat

ILMPI : Perlunya Perhatian terhadap Kasus Bullying yang ada di Sumatera Barat
GELEGAR (06/05) - Bullying merupakan topik yang sedang hangat di perbincangkan di berbagai kalangan, sebenarnya bullying sudah lama dikenal hanya saja tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat yang menganggap kasus biasa dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan akan tetapi sekarang  kasus-kasus bullying sudah mulai terangkat kepermukaan dan menjadi sorotan lembaga-lembaga kemasyarakatan di indonesia. Kasus Bullying banyak terjadi dikalangan siswa dan sekolah yang tidak hanya terjadi antara siswa sesama siswa tetapi juga terjadi antara guru dengan siswa. Dampak yang dirasakan oleh korban bullying dapat berupa dampak  psikologis dan dampak fisik serta dapat mengganggu kelangsungan pendidikannya dimasa  mendatang.

Pada tahun 2012, United Nations mendeklarasikan dan menetapkannya tanggal 4 Mei sebagai hari “Anti-Bullying Day”. Koordinator Wilayah ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) wilayah I Sumatera, Rika Febrianti mengatakan bahwa, “Anti Bullying sangat bagus dilaksanakan apalagi kita sebagai mahasiswa psikologi juga perlu memberikan perhatian kepada kasus  bullying, seperti kasus yang baru-baru ini marak di perbincangkan bullying di sekolah dasar Bukittinggi perlu langkah untuk mengantisipasi agar tidak menular ke sekolah-sekolah lain, dan kita sebagai mahasiswa banyak kegiatan yang dapat kita lakukan untuk hari anti bullying seperti mengadakan aksi untuk memberantas tindakan bullying”.

Bullying bukanlah aktivitas yang normal untuk dilakukan oleh anak-anak jika bullying dilakukan secara berulang-ulang akan menyebabkan rasa depresi dan rasa tidak berdaya pada diri korban, karna  itu perlunya perhatian khusus terutama bagi kita sebagai mahasiswa. ILMPI yang merukapan salah satu lembaga kemahasiswaan psikologi yang ada di indonesia memiliki program kerja dari Badan Pengembangan Pengkajian Keilmuan (BPPK) bekerjasama dengan Badan Pengembangan Pengabdian Masyarakat (BPPM) yaitu Goes To School, kegiatan ini dilakukan oleh pengurus ILMPI mengunjungi beberapa sekolah yang ada di sumatera barat khususnya untuk melakukan penyuluhan mengenai anti bullying dan tentunya para pengurus ILMPI perlu diberikan pelatihan sebelum terjun langsung kelapangan untuk aksi dan penyuluhan ini.

Rika Febrianti menambahkan “ ILMPI perlu juga kerjasama dan perhatian khusus dari seluruh mahasiswa  terutama mahasiswa psikologi dan masyarakat yang ada di sumatera barat terutama untuk sama-sama memberantas kasus bullying karna akan percuma saja apabila hanya ada satu atau beberapa pihak yang bergerak, karna semua itu berawal dari kita dan untuk kita.”

Kerjasama yang intens dari seluruh mahasiswa dan masyarakat serta instansi pemerintahan dan swasta untuk sama-sama menangani dan menghentikan kasus bullying yang terjadi agar seluruh pemuda indonesia dapat sehat secara fisik dan mental.  Rika berharab “ semoga kasus bullying di indonesia dapat terselesaikan dan pemerintah juga perlu mengontrol dan menyeleksi tontonan yang akan di tayangkan pantas atau tidaknya karna banyak dari anak-anak meniru perilaku-perilaku tersebut dari tontonan yang biasanya mereka konsumsi, selain itu juga dari games-games yang beredar mengajarkan tentang perkelahian dan diskriminatif yang membuat keadaan emosional anak menjadi tidak stabil.” (Atika)

Artikel Terkait :

Luar Kampus 1526203087098880843

Posting Komentar Disqus Comments

item