flatnews

MAPALA - LH BLAISE PASCAL : Penafsiran dan Belajar dari Alam

Penafsiran dan Belajar dari Alam  

 oleh,


Revo Rizki Aditya
(MBP/070891/MG)


MAPALA - LH BLAISE PASCAL : Penafsiran dan Belajar dari Alam"Jika Tebing, di coba dulu, pasang tali / pengaman, panjat, terjatuh terhempas ke tebing, baru bisa disimpulkan tidak bisa dipanjat. Berbeda dengan sungai, tidak dapat disimpulkan dan kira-kira. sungai menyimpan potensi bahaya yang tidak dapat di duga" kutipan dari Diktat PDW.   

Padang Karuah - Padang Janiah, dua daerah ini dari PDCA 2009 hingga 2013 tidak asing untuk kita, lokasi ini menjadi tempat yang paling sering kita gunakan untuk latihan dll.

Tragedi saudara kita (Mapala Unand) menjadi pelajaran untuk kita semua, sekaligus menjadi tamparan penting dalam berkegiatan di alam terbuka. Resiko kematian mengikuti kita, faktor Internal (kesiapan priibadi) dan Faktor Ekseternal (alam) menjadi bagian dalam berkegiatan.

Ingat saja saat malam terakhir PDCA 2010 (Bayu Mayapada) menjelang maghrib tiba-tiba debit air sungai naik (2 hari sebelumnya bendungan jebol), penyebrangan menjeput teman-teman yang terjebak di bendungan harus dilakukan dengan membuat lintasan dari tali dan pengaman di pinggang (harnest weebing). Saat itu satu-persatu anggota disebrangkan, Irvanny (MG) yang menyebrang terlebih dahulu membawa tali, yang sebelumnya terpaksa menjadi kelinci percobaan menyebrang dengan ikatan tali di pinggang
Kumar (SL) membantu untuk membuat lintasan berikutnya.   

Orientasi Dept. Hutan Rimba juga tak kalah menjadi saksi sungai Pd Karuah, menyusuri padang karuah dari punggungan Barat Bt.Tindawan, masuk dari Solok-Bt Busuk. Banyak ditemukan sumber2 aliran air, sungai ini besar dan di tambah tampungan dari berbagai sumber air. Ilegal Logging dan Longsor juga telah merambah Hulu sungai, jawabannya saat ramadhan 2011 galodo menyerang Patamuan dan Batu busuk.   

Pengetahuan terhadap sungai menjadi penting untuk kita selanjutnya, mengetahui perilaku sungai, bentuk sungai, serta keterampilan dalam berkegiatan di sungai :

1. Pengetahuan Penafsiran, membaca cuaca sebelum dan saat berkegiatan (orientasi medan).

2. Keterampilan diri dan terus berlatih, kemampuan menggunakan peralatan. Penyebrangan basah / kering, bukanlah sekadar simulasi saat PDCA, tapi melainkan sesungguhnya yang akan dihadapi dalam kegiatan di lapangan.

3. Insting dan keberanian dalam mengambil keputusan, kekompakan dalam team dan komunikasi, jauhkan dari nekat dan "coba-coba".

4. Sebaiknya hentikan kegiatan saat mendekati malam hari, istirahat dan lanjutkan saat pagi atau keesokan harinya, malam bukanlah waktu untuk melanjutkan kegiatan lapangan.

Bermain di alam terbuka penuh resiko dan bahaya, namun kita harus mengetahui batasan dan kemampuan yang terus di asah, perencanaan dan persiapan yang baik menjadi kunci kegiatan, Semoga Allah SWT terus bersama kita, dan melindungi setiap langkah kegiatan. Amin.

Doc: PDCA 2013 (Hujan Senja / Penyebrangan Basah)

Artikel Terkait :

Mapala UPI YPTK 987611954798148131

Posting Komentar Disqus Comments

item