flatnews

Peringati Hari Buruh Dan Hari Pendidikan , WK Soskem dan BEM FKIP REMA UPI “YPTK” Terjun Langsung Ke Lapangan

GELEGAR(05/05)-Bulan Mei ini ada 2 agenda yang sering di peringati dan di lakukan sebuah kegiatan untuk memaknainya yaitu 1 Mei hari buruh internasional dan 2 mei hari pendidikan nasional, Inilah yang menjadikan semangat perjuangan UKM WK-Soskem dan BEM-FKIP REMA UPI “YPTK” untuk terjun langsung ke lapangan melihat kondisi buruh dan fenomena pendidikan yang ada saat sekarang ini.

Memaknai Hari Buruh

Hari buruh internasional tepat jatuh pada hari jumat 1 mei kemarin, hari buruh merupakan sebuah hari perayaan bagi kaum pekerja, dalam hal ini UKM WK-Soskem REMA UPI “YPTK” melalulan survey langsung ke Kabupaten Sijunjung untuk melihat kondisi dan memahami bagaimana buruh tambang emas di sana memperjuangkan hidup mereka.

Nurdin Hamzah Hidayat selaku kepala departemen riset UKM WK Soskem mengatakan “ agenda kami ke Sijunjung ini salah satunya memperingaati hari buruh dan kami ingin melihat bagaimana sebenarnya kondisi buruh di daerah kita, di lokasi kami melakukan observasi dalam bentuk berbincang langsung pada masyarakat dan kepada pengawas tambang, dalam pengamatan situasi di sana saat ini sawah telah berubah alih fungsi menjadi lahan tambang dan kebanyakan pertain di sana beralih profesi menjadi penambang emas.

 Hamzah juga menambahkan “kondisi ini sangat miris beberapa tempat tambang berpotensi merusak alam dalam hal ini pembagian hasil tambang 50%untuk pemilik lahan dan 50 % untuk pemilik modal atau investor dan untuk pendapatan buruh di bagi 5% untuk investor , memang jika emas banyak di dapat pekerja tambang perminggu pendapatan mereka bisa mencapai 2,5 juta per orang , namun jika emas tidak banyak di hasilkan ini bisa berdampak sebaliknya namun hal ini yang sangat di rugikan adalah lahan sawah karena jika emas habis lahan tambang tadi susah dikembalikan lagi menjadi lahan pertanian

Memaknai Hari Pendidikan


Dalam observasi ini kami juga dating langsung ke lokasi pendidikan yang cukup terabaikan oleh pemerintah kami WK-Soskem dan BEM FKIP mengunjungi pondok pesantren Nurul Iman, dalam kegatan ini kami memperhatikan poin penting yaitu pada zaman sekarang ini masih ada di Sumatera Barat yang fasilitas pendidikannya jauh dari kata layak “terang Hamzah Kepala dep riset UKM WK Soskem.
Wakil Gubernur BEM FKIP, Yola Metria mengatakan “kegiatan observasi lapangan ini berawal dari program peringatan ulang tahun FKIP, kami dari BEM FIKIP benar benar ingin mengabdikan diri pada masyarakat bertujuan memberikan kontribusi langsung mahasiswa untuk kemajuan dunia pendidikan,observasi di pesantren nurul iman ini banyak hal yang kami soroti yang pada poin pentingnya fasilitas pendidikan di sana sangat minim dan jauh dari kata layak kondisi ini sangat memprihatinkan, dan alhamdulillah dana bantuan dari hasil sumbangan mahasiswa UPI bisa kami salurkan dengan baik ke pesantren tersebut, dan saya berharap pemerintah Kabupaten Sijunjung memperhatikan dengan baik permasalahan tersebut secepat mungkin karna sangat kita sayangkan masih banyak saudara saudara kita yang belum terjamah pendidikan yang layak”pungkasnya(MhdIchsan)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 4759427510968305685

Posting Komentar Disqus Comments

item