flatnews

Puisi : Kebutuhan Yang Maha Esa

Hariku, ya seperti ini
Keluar rumah juga jarang
Makan saja untungan rumah
Diam, diam terus sampai pagi menanti

Apanya yang enak,
Rumah saja di sudut kota
Keluarga juga tidak banyak asa
lingkungan juga tidak tepat serupa

Apanya yang enak,
Kebiasaan saja masih belum terang
Kegiatan saja tidak ada maknanya
Apa lagi mau bercita-cita untuk menang

Apanya yang enak,
Badan saja kurus mau mampus
Muka saja sudah semberaut mau diraut
Mau bagaiamana, tidak bisa diam terus

Apanya yang enak,
Kawan saja banyak yang nyicil
Semangatku juga sudah kecil
Apa enaknya, pikiran sebesar kutil

(oleh : Boy Hilman / Mahasiswa Psikologi - 13)
Mei 2015

Artikel Terkait :

Karya Seni 1631580003923579721

Posting Komentar Disqus Comments

item