flatnews

Puisi : Laknat Pesona Perempuan

Dikau rembulan esa, suka menyendiri dan sibuk sendiri
Ku semayamkan tanaman yang tumbuh merah karena lelah diperah

Dikau suara sunyi, tak sedihkah dengan matamu yang semu membenih
Menjadi tali penyelemat dengan tatap yang sinis mencangkul manis

Barang kali ada yang Dikau mengerti namun Daku tak mengerti
Atau malah bunga yang tak pernah kenal siapa pengasih indahnya

Dikau injak lagi dengan tapak-tapak yang sudah mengoyak
Mana Daku tahu siapa, Daku hanya mencoba untuk bisa lebih jinak

Jauhkah Daku memilih Dikau yang bahkan tak sempat tersenyum
Dekatkah Dikau dengan yang bahkan sebelumnya hengkang, lari

Dikau maklumi sajalah bacaan-bacaan petuah-petuah durhaka
Daku juga bukanlah ahli surga, layaknya tidur saja manusia hina

(oleh : Boy Hilman / Mahasiswa Psikologi - 13)
Mei 2015

Artikel Terkait :

Karya Seni 7528919745017329053

Posting Komentar Disqus Comments

item