flatnews

Calon Tunggal, Kemarau Partai Politik


M.Ichsan.Efriananda
(Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Liga Mahasiswa Nasdem Korkom UPI “YPTK”)



Kemarau merupakan iklim alam yang berdampak pada kekeringan yang bermuara pada sebuah ketandusan tanah yang menbunuh tanaman serta mengancam peradaban makhluk hidup yang hidup bertumpu pada tanah, dampak buruk kemarau sudah menjadi kepastian hilangnya sebuah harapan makhluk hidup yang bertumpu pada tanah untuk sebuah umur panjang.

Dalam membaca atau melihat fenomena kemarau, sangat menakutkan sekali ketika kemarau tersebut melantai partai politik di negri ini, Sebuah fenomena yang mungkin menciptakan ketandusan bagi partai politik, ketandusan sedah pasti  menjadi bahaya yang mengancam, bahaya itu bisa kita lihat pada tandusnya pastai politik dalam melahirkan kader kader untuk menjadi penggerak keberlansungan kegiatan  politik di Indonesia.

Menurut Sigmund Neuman (1981), ada 4 fungsi partai politik : Pertama  fungsi agregasi, dalam hal ini partai menggabungkan dan mengarahkan kehendak umum masyarakat yang kacau, Kedua fungsi edukasi, dalam hal ini partai mendidik masyarakat agara memahami politik dan kesadaran politik berdasarkan ideology partai, Ketiga artikulasi partai, dalam hal ini partai harus bisa menyuarakan kepentingan masyarakat menjadi suatu kebijakan, Keempat fungsi rekruitmen, dalam hal ini berarti partai melakukan upaya rekruitmen dalam artian memndudukan kader partai ke dalam parlemen manjalankan fungsi legislasi dan koreksi, maupun ke dalam lembaga pemerintahan atau eksekutif dan rekritmen partai menarik individu masyarakt untuk masuk ke dalam partai politik.

Peran partai politik pada saat sekarang init rut serta mensukseskan pilkada serentak 2015, salah satu perhelatan besar politik di Indonesia terbesar sepanjang sejalah perpolitikan pemilihan kepala daerah di Negara yang berideologikan Pancasila ini, namun sangat di sayangkan sekali harapan masyarakat untuk memilih pemimpin mereka, mendaptkan leader yang baru terancam terhenti karena ada beberapa daerah dalam pilkada serentak ini hanya mempunyai satu pasang calon, yang menurut aturan KPU jika terdapat satu pasang calon pada suatu daerah maka pilkada di undur hingga tahun 2017.

Fenomena politik seperti ini adalah akibat dari kemarau partai politik yang berdampak pada tandusnya pengkaderan partai sehingga sebuah partai politik tidak mampu mengusung kader terbaik di sebuah partai untuk maju pada pailkada serentak 2015, serta inilah yang menjadi momok menakutkan dan megancam siklus demokrasi di Indonesia

Idealnya fungsi partai politik itu sendiri sebagai sebuah wadah yang melahirkan kader kader terbaik untuk mengisi sebuah jabatan politik baik itu eksekutif maupun legislative, kemarau partai politik sangat jelas sekali berdampak pada ketandusan melahirkan kader untuk ikut berkontestasi dan berkompetisi di pilkada 2015, fenomena ini seperti memotong aspirasi rakyat karena partai politik tidak lagi serius dalam melahirkan kader kader nya untuk mengisi posisi politik di eksekutif pada perhelatan pilkada serentak 2015 ini.

Sejatinya rakyat sangatlah mempunyai harapan yang kuat terhadap partai politik untuk melahirkan pemimpin yang bisa menjadi panutan, tumpuan, dan harapan peradaban yang lebih baik terhadap hidup mereka, fenomena ini seperti tamparan keras bagi demokrasi Indonesia, demokrasi yang seharusnya berjalan baik tapi seperti tersendat oleh pertain politik yang mengalami ketandusan akibat kemarau pengkaderan, serta tidak mampu dalam melakukan proses rekruitmen untuk melaksanakan proses demokrasi dengan baik di pilkada serentak 2015.



Maka saat sekarang ini sudah seharusnya ancaman kemarau itu menjadi renungan bagi partai politik, menjadi sebuah evaluasi besar dalam pengkaderan sebuah partai yang kita yakini bersama sebagai elemen penting dalam sebuah proses demokrasi, menanggapi fenomena yang menakutkan ini dengan berfikir menciptakan program-program pendidikan politik di tubuh partai, menyaring kader kader yang berkompeten untuk bisa menjalankan demokrasi dengan baik.   
 

Artikel Terkait :

Opini 7789951083250844609

Posting Komentar Disqus Comments

item