flatnews

Sekolah REMA, Solusi Untuk Kader Berkualitas

GELEGAR (18/09)- Student Center menjadi ramai dikunjungi oleh para mahasiswa baru untuk memilih dan bergabung kedalam organisasi yang akan mereka ikuti selama menjadi mahasiswa, dan salah satu yang menjadi fenomenal bagi mereka adalah Sekolah REMA yang selenggarakan oleh Kementrian PSDM BEMU targetan peserta dari Sekolah REMA ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2015, agar mereka memiliki bekal  ketika akan bergabung kedalam lembaga-lembaga struktural  yang ada di REMA sehingga  tidak hanya sekedar ikut dan mendaftarkan diri saja akan tetapi juga memahami bagaimana konsep yang baik mengenai REMA dan kelembagaan yang akan mereka ikuti. Dalam sekolah REMA terdapat 6 materi yang akan di berikan kepada peserta diantaranya Sejarah Gerakan Mahasiwa (SGM), Managemen Organisasi, Teknik Sidang, Menejemen Arsip, Administrasi dan Pengarsipan, serta Struktur REMA.

Sekolah REMA dilaksanakan tiga kali dalam Seminggu dan memiliki empat shif pertemuan yang di sesuaikan dengan jadwal kuliah mahasiswa baru agar tidak bentrok dengan jadwal perkuliahan. Pemateri dari Sekolah REMA adalah senior-senior yang sudah memahami dan memiliki pengalaman yang baik mengenai REMA dan memiliki kualifikasi mengenai jabatan dan struktur REMA yang jelas.

Dalam pelaksanaan Sekolah Rema ini  peserta akan mendapatkan  materi dan kemudian mereka akan diberikan kuis berupa contoh kasus  kemudian memecahkan masalah dan melakukan penalaran berdasarkan kasus yang diberikan, serta  kuis atau ujian  mengenai materi yang telah mereka dapatkan dan kemudian hasil dari kuis akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi masing-masing lembaga untuk kelanjutan anggota baru yang telah mereka delegasikan.
Evaluasi output dari Sekolah REMA berupa hasil secara kuantitatif dan kualitataif, kuantitatif dilihat dari nilai yang dihasilkan berdasarkan rank dari kuis yang diberikan oleh pemateri  sedangkan kualitatif penilaian dari pj selama mengikuti Sekolah Rema melalui keaktifan dari peserta, kedisiplinan dan kemampuan public speaking dalam mengemukakan pendapat ketika pemateri melemparkan pertanyaan untuk menyampaikan tanggapan mereka.

Jeni Hasugian, Mentri PSDM menjelaskan “Biasanya dalam perekrutan kelembagaan anggota baru yang  masuk dalam BEM Fakultas atau HMJ hanya melihat bagaimana cara dari seniornya bekerja dan menanyakan teknis yang dilakukan dalam setiap kegiatan hanya berpatokan kepada budaya yang telah biasa dilakukan oleh senior-senior saja, tetapi kita berharap sebelum masuk kedalam kelembagaan di REMA hendaknya anggota baru ini tahu dulu daerah yang mereka masuki ini seperti apa dan memiliki bekal yang jelas mengenai kelembagaannya. Selain itu Sekolah Rema melibatka pj dari masing-masing lembaga, agar terjalinnya komunikasi yang baik antara senior pj dengan anggota baru mereka, juga dapat untuk menanyakan secara langsung mengenai kelembagaan yang akan mereka geluti dan tidak adanya sungkan untuk bertanya.Tujuan dari Sekolah Rema ini tidak hanya menciptakan SDM yang berkualitas tetapi  juga untuk menjalin kekeluargaan  dan keakraban antar masing-masing kelembagaan yang ada di REMA yang sebenarnya adalah satu walaupun dalam keadaan sekretariat yang terpisah-pisah.” Jelas Jeni

Jeni Hasugian menambahkan “dengan Sekolah Rema ini menjadi sebuah solusi untuk memperbaiki kelembagaan REMA menjadi lebih baik karna seperti yang kita ketahui di awal-awal perekrutan anggota baru banyak sekali yang ikut tetapi lama kelamaan jumahnya akan semakin sedikit , karna adik-adik anggota baru masih bingung akan melakukan apa. Tetapi dengan adanya Sekolah Rema setidaknya anggota baru mendapatkan bekal dan pengetahuan yang jelas mengenai kelembagaan yang akan mereka ikuti, juga anggota baru memiliki keberanian dalam  mengeluarkan pendapat dan berfikir kritis mengenai kelembagaannya sehingga terbentuklah  SDM yang berkualitas yang mampu berkontribusi terhadap kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan.” Pungkas Jeni (Atika)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 175364713301042265

Posting Komentar Disqus Comments

item