flatnews

Plang Merk MAPALA Dicopot Orang Tak Di Kenal

GELEGAR- Rabu (07/10) pagi menjadi hal yang mengejutkan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) LH Blaise Pascal Republik Mahasiswa (REMA) UPI “YPTK”, karena anggota MAPALA mendapati plang merk yang terletak di basecam telah di copot orang tak di kenal.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Umum MAPALA LH Blaise Pascal, Syahroni menjelaskan “kejadian ini diketahui pada saat pagi hari ketika anggota MAPALA LH Blaise Pascal memasuki basecam, saat berada di depan basecam kami sudah mendapati plang merk telah di copot serta berada di tong sampah, sengaja atau tidak sengaja kami akan terus menyelidiki hal ini serta mencari tau siapa dan dan dari pihak mana pelakunya, kasus ini juga telah di laporkan kepada pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas pada sore harinya.

Syahroni menambahkan “kasus ini diharapkan terjadi untuk yang terakhir kalinya dan pihak BEMU dapat membantu kami dalam penyelidikan dan penanganan kasus ini karna BEMU adalah pelindung seluruh UKM yang ada di lingkungan Republik Mahasiswa (REMA) UPI “YPTK”.” Pungkas Syahroni.

Sementara itu dari pihak BEMU, Presiden Mahasiswa REMA UPI “YPTK”, Aris Setia Budi mengatakan “kami dari pihak BEMU akan secara total membantu kawan kawan dari MAPALA LH Balaise Pascal menyelesaikan dan mengusut tuntas kasus ini, serta mengajak kawan-kawan seluruh UKM di lingkungan REMA UPI “YPTK” turut peduli dan tidak tidur terhadap permasalahan yang di hadapi kawan-kawan MAPALA LH Blaise Pascal.

Aris Setia Budi Menambahkan “UKM dan lembaga lainnya jangan hanya mengurusi internal saja dan terkesan diam terhadap permasalahan yang di hadapi rekan seperjuangannya, persatuan kita sebagai lembaga REMA lah yang di butuhkan saat sekarang ini.” Pungkas Aris Setia Budi.

Ditempat terpisah Ketua Komisi III Bagian Kelembagaan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Agung Pratama saat di wawancarai Pers Gelegar menyampaikan “kami turut prihatin dengan kasus yang menimpa MAPALA LH Blaise Pascal, menurut saya kasus ini terjadi dan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan MAPALA LH Blaise Pascal, dan kami dari pihak DPMU akan mengadakan rapat secepat mungkin dengan BEMU untuk membahas dan mencari solusi terhadap kasus ini.” (Mhd Ichsan Boer)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 8142842246454949343

Posting Komentar Disqus Comments

item