flatnews

WK SOSKEM : Kabut Asap, Dibutuhkan Tanggung Jawab Serta Konsisten Pemerintah

GELEGAR- (08/10) Kabut asap semakin mengancam masyarakat, berbagai gangguan kesehatan di alami. Khususnya Provinsi Sumatera Barat, BMKG mencatat pada bulan September 7800 orang terkena penyakit ISPA, untuk titik panas tercatat tiga titik panas yaitu ; Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Solok Selatan.

Bencana kabut asap ini mendapatkan perhatian khusus oleh salah satu organisasi mahasiswa yang berata di kampus UPI “YPTK” Padang yakni Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wahana Kajian Sosial Kemasyarakatan (WK-SOSKEM), dalam pernyataan resminya UKM WK-SOSKEM merilis empat poin tuntutan; Pertama, pengawasan dan pertanggung jawaban pemerintah terkhusus Kementrian Kehuatanan dan Lingkungan Hidup untuk menindak tegas pembukaan lahan baik perseorangan maupun perusahaan. Kedua, konsistensi pemangku adat dan tokoh masyarakat bekerja sama mengantisipasi kebakaran hutan. Ketiga, Menghimbau pemuda dan mahasiswa dalam penyuluhan, pengawasan yang bertujuan agar masyarakat bekerja sama dan turut andil dalam kajian lingkungan agar berbaris bersama melawan kabut asap. Keempat, mengajak organisasi peduli lingkungan agar bebaris bersama puduli terhadap bencana kabut asap.

Sekjen UKM WK –SOSKEM, Nurdin Hamzah Hidayat menambahkan, “ dengan pernyataan tersebut, kami mengharapkan kerja sama yang konkrit dan solutif, agar permasalahan yang rutin ini selesai dan tidak berlanjut. (PG7)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 4534997616034788724

Posting Komentar Disqus Comments

item