flatnews

Perjuangan Semu Rasa Puas

 oleh Boy Hilman
(Mahasiswa Psikologi '13)

Perjuangan merupakan kesatuan, kita disuguhi banyak pertanyaan jika melakukan suatu perjuangan. Padahal perjuangan manusia adalah kebebasannya sendiri. Perjuangan berarti kita mengevaluasi masa lalu, berfikir banyak tentang saat ini dan mematok tujuan atau jika dimantapkan mungkin dapat dikatakan masa depan. Bicara perjuangan bukan lagi soal alat apa yang harus digunakan. Di zaman pengetahuan saat ini sepertinya hal tersebut sudah sangat kuno yang tak begitu menarik dan tak banyak diminati.

Manusia disadari atau tidak dia tetaplah berjuang, mencari tahu yang tak diketahui, berfikir tentang apa yang tak terfikir sebelumnya dan mengartikan apa pun yang menarik perhatiannya. Maka dari itu manusia dan perjuangan sangat erat hubungannya. Apakah dia memilih melakukan perjuangan atau perjuangan itu sendiri yang memaksanya melakukan sesuatu, semuanya adalah perlakuan secara alami.

Setelah kita berfikir matang melakukan perjuangan ketegangan akan terjadi, setelah itu serentetan ketakutan yang tak jelas sama sekali. Ini persoalan alami manusia karena dia meminta pikirannya untuk menentukan pilihan. Perjuangan karena terancam atau merasa kekurangan adalah buah pikiran manusia itu sendiri dengan digeluti perasaan semangat baginya yang tak berfikir dan ketegangan sampai ketakutan adalah baginya yang berfikir.

Tidak usah menanyakan arah tujuan, itu hanya membuat manusia berfikir. Kita benar-benar sudah tahu kemana arah tujuannya yaitu mencari kepuasan yang padahal jelasnya tak ada rasa puas yang benar untuk manusia. Kita tidur lalu bangun, mandi, berpakaian, makan dilanjutkan dengan aktivitas kerja, dapat uang untuk memenuhi kebutuhan begitu seterusnya. Semuanya adalah yang dikatakan rasa puas itu sendiri. Kita tidak puas hanya bangun pagi dan tak melakukan apa-apa maka dibuatlah serangkaian aktivitas yang menjadi kebiasaan dengan itu semuanya seolah rasa puas telah lepas padahal akhir titiknya adalah jenuh (bosan) hingga kita mengulangi lagi dengan cara yang sama atau yang lain pula.

Apa yang kita cari sebenarnya untuk mendapatkan kepuasan, jika uang. Uang bukanlah jawaban yang tepat karena uang untuk manusia juga begitu. Mencari uang setelah itu mencari lebih banyak dan terparahnya mengorbankan manusia itu sendiri untuk mendapatkan uang. Sama halnya dengan citra yang baik. Manusia tak bertanggung jawab atau tak mengenal dirinya akan berusaha mengesampingkan fakta, memaksa manusia lain untuk menerima dengan maksud tertentu agar lebih populer dengan nama baik, yang lagi-lagi ujungnya adalah ketidak puasan yang begitu hampa, tertekan akan dirinya sendiri hingga ketidak warasannya membuat manusia lain ikut-ikutan.

Kita tahu karena mencari, sehingga yang didapatkan adalah rasa puas. Begitupun perjuangan, kita bebas melakukan apa yang harusnya diperjuangkan. Bukankah adanya perjuangan adalah rasa ketidak puasan yang dibuat manusia. Seperti mengutuk hidupnya sendiri bahwa kepuasan adalah segalanya. Sampai manusia tidak menyadari telah mengembang biakkan dasar kehancuran kebersamaan hubungan manusia. Maka, tak heran manusia yang berorasi menuntut di jalan adalah rasa takut dari ketidak puasan manusia yang berkuasa yang menggunakan segala cara sebagai tameng rasa takutnya dan itu tidak seharusnya.

Artikel Terkait :

Opini 5444953658200394198

Posting Komentar Disqus Comments

item