flatnews

Petualangan Jurnalistik Dan Kisah Pencari Rupiah Di Tumpukan Busuk

GELEGAR- Petualangan jurnalistik merupakan suatu kegiatan yang diadakan oleh Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) Pers Gelegar UPI "YPTK" Padang, acara ini merupakan salah satu proses yang harus dilewati oleh wartawan magang sebelum acara pelantikan menjadi wartawan muda.

Acara ini diadakan pada Minggu (10/01/16), dimana ada empat orang wartawan magang yang waktu itu mengikuti kegiatan ini, diantaranya Indah, Ririn, Fani dan Yulia.

Tim Gelegar memulai perjalanan dari kampus UPI "YPTK" Padang untuk berpetualang disekitaran Lubuk Begalung (Lubeg) Padang.
Dari sinilah petualangan Tim Gelegar dimulai, dengan berbekalkan alat tulis dan sebuah kamera Tim Gelegar menangkap apapun peristiwa yang ditemui saat itu berbagai fenomena baik sosial masyarakat dan sebagainya, namun ada satu hal yang menarik perhatian Tim Gelegar, yang membuat  ingin tahu lebih jauh dan lebih dalam lagi yaitu kehidupan masyarakat sekitaran tempat pembuangan sampah, keingintahuan dengan fenomena ini menggerakkan untuk mewawancarai salah seorang masyarakat yang tengah berpeluh mengais sampah, berteman mersa dengan bau busuk limbah warga kota, dia adalah Ibu Yanti, perempuan yang mencari beberapa sampah yang bisa di jadika rupiah, Ibu Yanti setiap hari mengumpulkan sampah plastik. "Saya tidak hanya mengambil untung dari apa yang saya dapat, tapi juga membersihkan area sekitar sini, karena masih ada sampah yang sembarang dibuang oleh masyarakat " ujar Ibu Yanti saat ditemui oleh tim wartawan muda Gelegar. Selain mencari beberapa rupiah Ibu yanti juga menyisihkan tenaga berkrontribusi untuk keindahan kota.

Ditempat kumuh dan akrab sengan bau busuk tersebut ada tiga orang yang tengah beraktifitas, namun karena dua diantaranya tengah asik bekerja, jadi Tim Gelegar hanya sempat mewawancarai Ibu Yanti.

Kesulitan mencari pekerjaan bagi masyarakat kecil tak ada pilihan lain selain mengumpulkan rupiah di tempat kumuh, ditengah wawancara IBu Yanti juga menambahkan "pekerjaan saya cuma ini, tidak ada yang lain” masa depan anak anak bangsa di tangan Ibu yanti beliau selesaikan dengan penuh tanggung jawab  “dengan hasil ini pula saya membiayai sekolah anak saya, kadang penghasilan pun tak menentu" pungkas Ibu Yanti

Ditengah hiruk pikuknya Kota Padang masih banyak penduduk yang tidak memiliki pekerjaan, Ibu yanti hanya satu dari sekian orang yang kami ambil dari sekian banyak fenomena sosial yang serupa.

Setelah sekian lama berbincang dengan Bu yanti, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, Namun sebelumnya kami sempat meminta bu Yanti dan rekan-rekannya untuk berfoto bersama tim Wartawan Muda. (Reporter: Yulia Deswati, Editor : M.Ichsan Boer)

Artikel Terkait :

Luar Kampus 6148798461744494549

Posting Komentar Disqus Comments

item