flatnews

BEM SI Berikan Kajian Pada Forum Rektor

GELEGAR (08/02)- Pelaksanaan pertemuan besar para pimpinan Perguruan Tinggi ini mendapat kawalan khusus dari aliansi Badan eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).



Dalam pengawalan tersebut BEM SI Memberikan beberapa masukan kajian dan kritikan dalam forum yang bertemakan Revolusi Mental Untuk Memperkokoh Karakter Bangsa ini, seperti yang di lansir Gelegar dari draf Kajian BEM SI yaitu :

1. Anggaran untuk pendidkan tinggi mengalami penurunan 20,6% menjadi 20%, pasalnya tahun ini berdasarkan laporan APBN, KEMENRISTEKDIKTI mendapat jatah sebesar Rp.37,90 Triliun, anggaran ini menurun dibandingkan tahun 2015 mendapat jatah sebesar Rp.43,79 Triliun

2. Uang Kuliah Tunggal (UKT), dalam pelaksaanya mengalami berbagai masalah yaitu salah penggolongan dan tidak transparansinya prosedur penggolongan termasuk indikatornya. Hal ini dapat dilihat dibeberapa fakta, salah satunya adalah banyaknya mahasiswa yang keberatan dalam membayar UKT dan dipaksa untuk membayar sebagai kewajiban dan persayaratan sah menjadi mahassiwa, hal ini merupakan indikasi salah golongan karena orang tua mahasiswa tidak mampu membayar UKT disebabkan UKT tidak terjangkau kemampuan finansial keluarga.

3. Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) seakan-akan hanya dinikmati segelintir kampus saja, sedangkan kampus yang lainnya hanya berharap anggan mendapat BOPTN tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, keadaan ini membuat kualitas PTN yang ada di Indonesia tidak merata serta pelayanan tidak maksimal akibat indikasi BOPTN cair ditengah tahun dan akhir tahun.

4. Beasiswa PPA/BBM yang hampir ditiadakan, dimana beasiswa ini dapat membantu puluhan ribu mahasiswa di Indonesia.

5. Ruang berpendapat dan berdemokrasi kerap tidak diperhatikan kampus maupun pemerintah, kemudian pelajaran berharga datang dari kampus Universitas Negri Jakarta (UNJ) pada awal tahun 2016 ini hak berbicara mahasiswa dibungkam dengan cara yang tidak sepatutnya.

6. Menengok Kembali perguruan tinggi berbadan hukum (PTN BH) diatur dalam undang undang NO 12  tahun 2012 tentang pendidikan tinggi (UU PT). UU PT dinilai sangat berbahaya karena memiliki tentensi memasukan pendidikan salah satu fitur komoditas yang bisa diperjualbelikan secara bebas, akibatnya aksesbilitas masyarakat secara luas untuk mendapatkan pendidikan tinggi menjadi taruhannya.

 Forum Rektor Indonesia (FRI) merupakan forumforum pertemuan para Rektor seluruh perguruan tinggi se-Indonesia. Agenda besar ini diselenggarakan satu tahun sekali, pada tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta yaitu Universitas Negri Yogyakarta (UNY) pada 29-31 Januari.

“Beberapa poin yang menjadi bahan kajian BEM SI terhadap pemerintah dan diharapkan disuarakan dalam pembahasan Forum Rektor Indonesia, merupakan hasil gabungan kajian seluruh kampus dan langkah strategi dalam menyampaikan aspirasi seluruh mahasiswa Indonesia yang diwakilkan BEM masing masing perguruan tinggi.”  Ungkap Randi Nuari (Presiden Mahasiswa UPI “YPTK” Padang)

Randi Nuari menambhakan “pada poin ruang berpendapat dan berdemokrasi di kampus, ini harus kita pertahankan bersama bahwa kampus harus membuka lebar dan menghormati demokrasi serta kasus Drop Out yang menimpa Presiden Mahasiswa UNJ beberapa waktu lalu tidak terjadi lagi.”Jelas Randi Nuari.

“Selain Mengawal FRI, BEM UPI “YPTK” Padang juga gencar mengawal petisi tuntutan mahasiswa terhadap kampus, dimana tuntutan tersebut dijanjikan awal tahun ini.” Pungkas Randi Nuari.
 M.Ichsan Boer

Artikel Terkait :

Luar Kampus 5918896779763740839

Posting Komentar Disqus Comments

item