flatnews

Impor Rektor Bukan Solusi

Oleh : Mhd Ichsan Efriananda - Pengurus Forum Komunikasi Almamater Untuk Nagari  Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi ...

Oleh : Mhd Ichsan Efriananda - Pengurus Forum Komunikasi Almamater Untuk Nagari 


Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana akan merekrut tenaga kerja asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Rencana Kemenristekdikti bergulir di media beberapa hari ini. Rekruitmen tenaga asing untuk membenahi PTN, menteri bercita-cita agar PTN di Indonesia bisa satu level dengan perguruan tinggi yang ada diluar negeri, maka rencana yang lebih dikenal dengan "Impor Rektor" tersebut semakin kuat menjadi perbincangan. 

Rencana baru kemenristekdikti di atas agarnya perlu dikaji ulang lagi secara bijaksana dan komprehensif. Kemenristekdikti perlu melakukan dialog dengan berbagai sektoral agar perguruan tinggi kita bisa diletakkan di tempat yang bermartabat. Sebab jika kebijakan ini dilakukan tanpa sikap yang bijaksana serta tindakan yang komprehensif maka akan memunculkan gejolak dari beberapa kalangan yang pasti akan berpotensi pada kerugian. Memang, PTN di Indonesia jika dicita-citakan setara dengan level perguruan tinggi luar negeri ini menjadi hal yang bagus namun pembenahan PTN haruslah lebih memperhatikan seluruh aspek, terkhusus sosial dan budaya maupun aspek politik. 

Rektor merupakan jabatan tertinggi di sebuah PTN, sebuah posisi strategis untuk menyetir kemana bangsa ini dimuarakan, karena perguruan tinggi adalah ruang khusus mencetak generasi untuk mengisi posisi-posisi yang ada di negara ini, jadi jika kebijakan "Impor Rektor" ini dilaksanakan maka mesin pencetak generasi atau ruang khusus pencetak kader bangsa akan dikendalika orang asing. 

Wacana itu tidak bisa jadi rumusan sebagai strategi peningkatan mutu PTN. Yang perlu disiapkan adalah kebijakan negara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemimpin PTN yang ada sekarang ini, dengan memberikan beasiswa dan akses infrastruktur yang mampu menjawab tantangan. Upaya untuk peningkatan dan perbaikan tata kelola PTN serta peningkatan kesejahteraan pendidiknya, ini sebagai cerminan bahwa kita benar-benar ingin berdaulat dalam membentuk karakter pendidikan tinggi kita. Sebagai bangsa yang mempunyai SDM yang cukup besar dan sumber daya alam yang berlimpah maka dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu PTN itu sangat perlu memperhatikan hal-hal yang bersifat "ideologis" guna mendesain karakter PTN kita. Political Will negaralah yang harus dan sangat penting disiapkan dengan kebijakan-kebijakan yang tentu lebih memberdayakan SDM Indonesia seutuhnya, bukan memberdayakan manusia asing, jalan ini kita perkokoh komitmen kita kepada prinsip Tri Sakti yang telah d gagas Bung Karno dengan prinsip kita harus berani mengambil keputusan tanpa intervensi asing

Artikel Terkait :

Opini 7141182189089124789

Posting Komentar Disqus Comments

item