flatnews

Anies Baswedan : Pengalaman Organisasi Penentu Kesuksesan, Bukan IPK

Gelegar (07/09)- Universitas Bosowa (Unibos) menyambut 1.078 mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 di Balai Sidang 45 Unibos Jl Urip Sumoharjo Makassar, Senin (5/9/2016). 

 Unibos menghadirkan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Anies Baswedan PhD untuk membawakan Orasi Ilmiah. Di hadapan mahasiswa baru Unibos, Anies Baswedan mengatakan mahasiswa harus berpikir apa yang menjadi kebutuhan di masa yang akan datang bukan apa kebutuhan hari ini dan kebutuhan masa lalu. Untuk sukses di masa depan ada tiga hal yang harus dimunculkan yaitu : 
1-kemampuan literasi mencakup kemapuan membaca, menulis serta penguasaan pengetahuan dasar dan IT.

2-Kedua adalah karkter yang mencakup moral, disiplin, jujur dan pekerja keras
3-kompetensi yang mencakup berpikir kritis, inovasi, kepemimpinan dan kreativitas. 

 Untuk memahami tiga kompetensi tersebut mahasiswa harus aktif di kelas dan di luar kelas dengan berorganisasi ataupun bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). 

Anies Baswedan menjelaskan bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi akan sangat sibuk dan kesulitan mengatur waktunya dibandingkan dengan yang tidak aktif berorganisasi. "Mahasiswa aktif berorganisasi akan belajar untuk menjalankan banyak peran dan itulah dunia pascakuliah menuntut kita untuk menjalankan banyak peran," kata Anies Baswedan. 

Sehingga, Anies Baswedan meminta mahasiswa aktif berorganisasi agar potensi yang dimiliki bisa dimaksimalkan selama berstatus mahasiswa. Anies Baswedan, juga menegaskan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi tidak mengantarkan seseorang ke jenjang karir tertinggi karena IPK tinggi hanya mengantarkan pada meja wawancara. Sedangkan yang mengantarkan kesuksesan setelah wawancara adalah kemampuan berpikir kritis, analisa, kreativitas dan inovasi serta kepemimpinan yang didapatkan saat menjalankan peran di organisasi kampus. "IPK yang tinggi itu hanya mengantarkan sampai meja wawancara namun sukses pascawawancara ditentukan oleh pengalaman organisasi dimana kita menjalankan banyak peran dan relasi," papar Anies Baswedan. 

Sementara IPK yang baik bukanlah IPK 4.00 atau 3.90 melainkan IPK yang memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan memenuhi syarat penerima beasiswa. "Jangan jadikan prinsip mahasiswa hanya kuliah dengan IPK tinggi karena jalan hidup tidak hanya memainkan satu peran tapi banyak peran," tegas Anies Baswedan. (Dikutip dari TribunNews.com)
(PG-7)

Artikel Terkait :

Luar Kampus 5019000711444720834

Posting Komentar Disqus Comments

item