flatnews

Haruskah mahasiswa berorganisasi...???

Oleh : Edo Prasetyo Pratama SE
Alumni UKM WK-SOSKEM UPI "YPTK"
Bulan ini beberapa kampus mulai melaksanakan kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru atau yang sering kita dengar dengan istilah maba. Penerimaan mahasiswa baru merupakan agenda rutin setiap tahunya yang dilakukan di kampus-kampus.

 Mahasiswa baru merupakan mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di sekeloh menengah atas atau sederajatnya. Mereka masuk dari berbagai latar belakang dan memilih jurusan sesuai dengan kehalian, kemampuan bahkan cita-cita mereka. Masa orientasi kehidupan kampus merupakan sebuah momen yang memperkenalkan mahasiswa baru dengan kehidupan kampus, maklum dunia seputar kampus merupakan hal baru bagi para mantan siswa. 

Pada umumnya mereka akan dikenalkan dengam informasi tentang kampus masing-masing mulai dari sejarah kampus berdiri, jajaran rektorat, pencapaian dan prestasi dan masuk kedalam hal-hal spesifik seperti fakultas, jurusan dan tentunya kehidupan organisasi kampus. 
 Proses ini merupakan sebuah sarana peralihan dan penjajakan dari siswa menjadi seorang mahasiswa, karena mereka harus memahami seluk beluk tentang kampus. Karena pola pendidikan di kampus sangatlah jauh berbeda dengan yang ada di jenjang pendidikan sebelumnya mulai dari sd hingga sma. Ketika mahasiswa memasuki dunia kampus maka banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul disinilah proses pembelajaran itu sebenarnya terjadi apakah terkait sistem pendidikan, fokus pembelajaran, bahkan sampai dengan aturan dan organisasi yang ada. Pada tahap ini mahasiswa juga di perkenalkan tentang organisasi yang ada di kampus mereka akan bertemu dengan para senior yang ada. Dari berbagi organisasi dan fakultas yang ada. 

Banyak mahasiswa baru yang selektif dalam memilih organisasi mereka seringkali mempertimbangkan organisasi yang sebaiknya diikuti. Namun tak jarang ada mahasiswa yang dilema dalam hal ini. Salah satunya adalah, apakah saya harus ikut berorganisasi? Apa pentingnya berorganisasi? Emang apa yang kita dapat dengan berorganisasi? Apakah organisasi ini tidak akan berpengaruh terhadap perkuliahan saya nanti? Dan, bagaimana cara mengatur waktu kuliah dengan berorganisasi? Itu adalah pertanya-pertanyaan yamg selalu muncul dalam benak para mahasiswa baru, untuk itu mari kita bahas satu persatu. Menjadi mahasiswa adalah sebuah proses pembelajaran yang sangat menyenangkan. Mengapa meyenangkan? Sebenarnya pada tahapan ini status mahasiswa di lingkungan sosial adalah sebuah penghargaan tertentu bahkan dari lingkungan terdekat pun dalam hal ini keluarga. 

Pada tahapan ini kita telap dianggap memasuki fase awal sebagai seorang dewasa dan memiliki kebebasan dan memilih. Karena secara tidak langsung kehidupan di kampus pun demikian adanya seperti penyusulan jadwal kulih kita memiliki hak untuk mengaturnya, tentang absensi perkuliahan kita diberikan jatah libur tergantung kita juga yang memutuskannya. Kita juga memiliki waktu belajar yang kita sendiri menentukannya. Bisa dikatakan tahapan mahasiswa adalah tahapan dimana kita memiliki sebuah kebebasan cara pandang, cara pikir dan bersikap atas sebuah pilihan. Lalu apakah hubungannya antara mahasiswa yang berorganisasi dengan yang yang tidak berorganisasi? Kembali pada penjelasan sebelum kebebasan dalam memilih, berfikir dan bertindak. 

Tidak ada dalam satu aturan pun dalam kampus bahkan undang-undang sekalipun untuk mewajibkan mahasiswa berorganisasi. Namun mereka yang berorganisasi dilindungi oleh undang-undang yang ada. Lalu timbul pertanyaan seberapa penting sih organisasi bagi mahasiswa? Jika pertanyaan ini dilempar ke publik mungkin akan ada beragam jawaban yang muncul. Menurut penulis organisasi itu sangat penting bagi seorang mahasiswa. Ada beberapa alasan kuat kenapa berorganisasi bagi mahasiswa bisa di kategorikan menjadi sebuah kewajiban. Inilah yang akan kita kupas dalan tulisan kali ini. Menurut penulis inti dari sebuah kehidupan adalah kemampuan dalam menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang ada, begitu pun dengan proses yang terjadi saat kita memasuki dunia pendidikan merupakan proses dalam menyelesaikan permasalahan yang akan muncul dalam diri sendiri nantinya. 

Pendidikan merupakan jenjang bagi kita dalam merintis karir kedepanya berharap dengan berkarir kita bisa mendapatkan pencapaian-pencapaian yang kita inginkan. Harus kita sadari dalam berproses ada yang namanya pembelajaran. Singkat saja dalam perkuliahan tujuan kita salah satunya bisa meraih titel pendidikan dan ilmu dibidangnya dan untuk sampai dalam tahapan itu kita pasti melewati proses pembelajaran. Banyak orang bilang univesitas terbaik itu adalah kehidupan mungkin memang benar adanya. Mari kita cermati bersama. Dalam menapaki karir kita mungkin belum tentu dengan bidang yang kita geluti di jurusan kali ini hal tersebut sudah banyak kita lihat. Ada seorang sarjana peternakan yang bekerja di bank, seorang sarjana psikologi menjadi pemgusaha dan banyak lainya. Lalu dimana sebenarnya proses dan pembelajaran itu terjadi? Jawabanya adalah kesempatan dan keberanian. 

Dalam berorganisaai mahasiswa akan ditempa dengan berbagai permasalahan, organisasi mengajar bagaimana kita membangun team yang solid dalam mencapai tujuan, melibatkan diri dalam sebuah permasalahan, melakukan disksusi dengan berbagai pihak dan bagaimana mengatur waktu pribadi dan berorganisasi Proses-proses inilah yamg mengajarkan kita dengan banyak hal. Keuntungan dalam berorganisasi dalam kampus mungkin secara materi tak akan terlihat namun manfaatnya dapat dirasakan kelak di kemuadian hari. Tentu tak akan sama dengan mereka yang tak pernah mengikuti karena pepatah mengajarkan pengalaman adalah guru yang paling berharga. Pendidikan belum tentu menjamin seseorang akan pintar, pandai atau ahli namun pengalaman mampu mengajarkannya. Seorang petani, pelaut ulung mungkin lebih memahami medannya ketimbang kini kita yang berada dalam lingkup yang terbatas, seperti itulah perumpaan dalam berorganisasi Banyak hal menarik yamg kita temukan sebuah pembelajaran yang ada sangat jelas dan menarik karena bersifat langsung.

 Organisasi juga mangajarkan kita bagaimana mana membangun jati diri, merubah cara pandang, mengajarkan bagaimana menyampaikan pendapat dan bagaimana cara kita bisa berbicara di depan umum. Namun pada intinya organisasi merupakan cara kita memilih passion pada diri kita dalam memaksimalkan potensi yang ada dalm diri. Banyak kita lihat akhir-akhir anak muda yang memiliki hobi adventure mungkin itu passion mereka, katanya "My trip my adventure" sebuah kepuasaan bagi mereka bisa pergi dari satu tempat ke tempat yang lainya setiap perjalanan ada pembelajaran, ada pengalaman dan tentunya kepuasaan. Seperti itu pun organisasi ada sebuah kepuasaan, nilai dan manfaat yang dirasakan. Semua manfaatnya dapat diarasakan setelah mengalami proses yang berjalan dan semua adalah pembelajaran lahir pengalaman-pengalaman yang dilewati. 

 Semua balik pada kita apakah akan ikut berproses dan berani mencoba sesuatu baru yang seru, punya tantangan, punya pengalaman, memiliki banyak koneksi dan terpenting adalah membangun jati diri. Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati para mahasiswa baru semoga sukses dalam memasuki kehidupan kampus dan keluar menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki ilmu, pengalaman, kemampuan serta mampu bersaing dan berguna tidak hanya untuk diri sendiri namun juga orang banyak. Semoga sukses adik-adik mahasiswa baru di kampus manapun. Salam satu nusa satu bangsa tanah air kita Indonesia.

Artikel Terkait :

Opini 5897953695910440997

Posting Komentar Disqus Comments

item