flatnews

Organisasi Mahasiswa Jangan Melupakan Riset


                                          Oleh : M. Ichsan Efriananda

               (Kepala Dept Riset UKM WK-Soskem periode 2013-2014)


Suatu pergerakan  harus  sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itulah dasar kenapa sebuah organisasi melakukan riset, yaitu untuk menjawab sebuah permasalahan yang terjadi disekitar peradaban manusia.

Sejarah telah mencatat pada tahun 1927, Bung Karno telah lebih dulu membangun teori  politiknya. Bung Karno membangun sebuah teori  agar teori politik itu cocok dengan keadaan Indonesia dan bisa menjawab persoalan rakyat, untuk membangun sebuah teori  itu Bung Karno melakukan sebuah riset.

Riset berperan sangat penting bagi suatu negara, tidak ada negara yang maju di dunia ini yang tidak memiliki riset yang kuat, begitu juga dengan organisasi mahasiswa, tidak ada organisasi mahasiswa yang berkompeten yang tidak memiliki riset yang kuat.

Setidanya Lean Zarrah telah mengingatkan kita bahwa ada lima  (5) alasan kenapa riset itu menjadi sebuah pondasi yang sangat penting.

Pertama, Riset merupakan alat untuk membangun pengetahuan (a Tool  for Building Knowledge), hal ini harus menjadi perhatian bagi organisasi mahasiswa bahwa setiap organisasi sejatinya berfungsi menciptakan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua, riset merupakan cara untuk memahami berbagai permasalahan (means to Understand Various Issues. Dalam hal ini sebuah kemustahilan jika organisasi mahasiswa dapat memecahkan masalah tanpa melakukan sebuah riset.

Ketiga, riset adalah jalan untuk membuktikan kebohongan dan mendukung kebenaran (a Way to Prove Lies And to Support Truths) Ilmu lahir karena manusia diberkahi Tuhan sifat-sifat ingin tahu atas benar atau tidanya sesuatu.

Keempat, riset merupakan sebuah benih untuk cinta membaca, menulis, menganalisis, dan berbagai informasi yang berharga (a Seed to Love Reading, Writing, Analyzing, and Sharing Valuable Information). Penelitian mengharuskan kita membaca dan menulis, dua fungsi keaksaraan inilah yang membantu megaktifkan perhitungan dan pemahaman.

Kelima, riset merupakan kebutuhan dan latihan utama untuk pikiran (nourishment and Exercise for the Mind) .

Organisasi mahasiswa tidak bisa memisahkan diri dengan kehidupan masyarakat luas terkhusus masyarakat dalam kampus, selain demi menerapkan tri dharma perguan tinggi, pengurus organisasi juga mengasah kemampuan berfikir apa yang seharusnya yang dilakukan dalam menjalankan roda organisasi. Menjalankan roda organisasi tentunya bukan bertindak asal-asalan, ini dalam artian menciptakan sebuah kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat banyak, tidak sesuai dengan kondisi terkini, ketidak sesuaian inilah disebabkan karena tidak memaksimalkan bahkan tidak mengunakan riset sebelum menciptakan sebuah program kerja yang nanti hasil program kerja tersebut tidak akan berdampak banyak manfaatnya bagi khalayak.

Saat sekarang organisasi mahasiswa khususnya dikampus UPI “YPTK” Padang sudah bisa dikatakan telah melupakan riset dalam menjalankan sebuah program kerja,  berdasarkan catatan  Komunitas Untuk Birokrasi  (KUBIK) pada tahun 2015, dari 6 DPMF (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas) yang berada di lingkungan REMA UPI “YPTK” tidak ada satupun (0%) yang pernah menyebar hak angket kepada mahasiswa tentang kepuasan terhadap kinerja BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) data tersebut menunjukkan bahwa DPMF terlalu mengenyampingkan riset. Hal ini akan berdampak pada ketidak jelasan program kerja BEMF apakah bermanfaat bagi mahasiswanya atau tidak.

Akibat minimnya riset sudah pasti berdampak fatal pada jalannya sebuah program organisasi, serta bukan tidak mungkin fungsi sebuah organisasi berada diluar jalurnya. Tidak mengherankan jika organisasi hanya menjadi tempat berkumpul tanpa melakukan sebuah pergerakan atau hanya ajang mencari baju dinas agar terlihat wibawa didepan mahasiswa non organisasi atau mahasiswa baru waktu HIRM.

Artikel Terkait :

Opini 6654051677428585674

Posting Komentar Disqus Comments

item