flatnews

Gebrakan Kelas Kreatif UPI “YPTK” : ATM Sampah Indonesia Bersih Sehat Cerdas (IBSC)

(Gelegar 19/11) Saat ini di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang sendiri memiliki komunitas yang dicetus oleh salah satu dosen Fakultas Psikologi, Sitti Hutari Mulyani, S.Psi, MM. Komunitas ini biasa disebut kelas kreatif. 

 Sitti Hutari Mulyani, S.Psi, MM., mengatakan, “Saya membuat ini, karena kita harus bergerak cepat lagi. Jadi saya kumpulkan seperti sidak mutiara, blusukan mutiara. Selama ini yang ada di pemerintahan atau instansi kita sekarang adalah mencari kebusukan, mencari yang salah, mencari kesalahan orang lain, tidak mencari mutiara atau keindahan atau kebaikan dari orang lain. Sedangkan, dalam Islam mencari hal baiknya orang, jadi saya mencari mana kelebihan orang itu. Jadi tujuannya, saya mencari kelebihan orang itu supaya saya bisa mem­-promote-nya, mendorong agar mahasiswa UPI ini bisa dikenal di masyarakat melalui kelas kreatif ini.” 

Beliau pun menambahkan, jika kelas kreatif boleh diikuti dari luar Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Hanya saja, untuk saat ini hanya mahasiswa UPI. “Jadi saya membagi kelas kreatif ini menjadi beberapa factor seperti ada yang ingin membuat buku, jurnal, artikel untuk ke koran, dan bahkan produk dan juga produk virtual. Untuk anggotanya saat ini, ada dari Fakultas DKV, Fakulats Psikologi, Fakultas Ekonomi, Fakultas ilmu computer, dan kita juga tunggu dari fakultas lainnya. Karena banyak hal yang dapat dibuat dengan berkolaborasi. Dikelas kreatif ini saya memperbaiki attitude dulu, agar tidak ada prasangka negative di antara sesama manusia.” Tuturnya.

 Untuk kelas kreatif baru saja dimulai untuk pertama kalinya dalam minggu ini. Beliau mengatakan jika sebenarnya ide ini sudah sangat lama. Mulai dari ketika membuat kelompok bimibingan skripsi. Kelas kreatif ini dibuat atas dasar rasa ingin berkolaborasi, tapi bagaimana caranya. Dan dari hal ini lah tercetus ide untuk membuat kelas kreatif tersebut. Sekarang ini, yang sudah bergabung ada 22 orang dari berbagai jurusan. Adapun harapan dengan adanya kelas kreatif ini agar bisa dikenal masyarakat, sehingga ketika mereka berkerja nantinya lebih mudah serta lebih leluasa dalam memilih pekerjaan. 

Saat ini pun, terdapat project yang namanya ATM Sampah yaitu Indonesia Bersih Sehat Cerdas (IBSC). Alat ATM sampah ini dapat mengedukasi masyarakat dengan sistem IT. “Pengelolaan sampah yang baik terintegrasi dengan IT. Kenapa harus IT? karena kita berbasis IT dan spiritualitas.” Ungkapnya. 

Dari UPI YPTK sendiri ada Sitti Hutari Mulyani, S.Psi, MM., Billy Hendrik, S.Kom, M.Kom., Hasri Awal, Fadli, dan Rio Handika Putra dari Fakultas Ekonomi, Rio Akbar dari Fakultas DKV, Rommy dari FILKOM berkolaborasi untuk menciptakan alat ini.

 “Alat ini sudah jadi, Hanya saja masih perlu revisi agar lebih bagus saat grandlaunching nantinya,” tambahnya. 
 Sitti Hutari Mulyani mengatakan, “Yang memberikan nilai pada sampah botol plastik tersebut adalah retail. Dan untuk saat ini retail UPI YPTK. Namun, jika ada yang lain pun boleh bergabung. Hal ini sebagai CSR-nya reteil.” 

 Penggunaan alat ini, dengan cara memasukkan sampah botol plastik ke dalamnya. Untuk nilai sampah botol plastik itu sendiri tergantung dari ukurannya. Setelah memasukkan sampah botol plastik ke dalam ATM sampah, uangnya tidak langsung keluar. Hal ini lah yang menjadi pembeda dengan produk-produk di luaran, seperti Norwegia dan China. IBSC sendiri menggunakan e-money atau virtual account. Uang akan bisa diambil jika sudah mencapai 100 ribu, yaitu menggunakan sistem cash out. Hal ini dilakukan untuk menstimulus orang untuk membuang sampah.

 “Cash out dapat didonasikan atau sedekah, itulah unsur spiritualitas yang dimasukkan dalam ATM sampah ini. Bisa berkerjasama dengan dompet dhuafa, rumah zakat. Bahkan, bisa untuk membeli pulsa dan token listrik. Kita coba berkerjasama dengan pihak-pihak yang bisa mendorong program kebersihan ini.” Tambahnya (PG-13)

Artikel Terkait :

Seputar Kampus 4826423406686690639

Posting Komentar Disqus Comments

item